Rabu, 02 Februari 2011


10 Dosa besar, Penghabat Rizki dan Jodoh.
10 dosa besar diantaranya :
1. Syirik (Menyekutukan Allah) ex: Kedukun, Pakai Cincin Keberuntungan dll
2. Sholat belum sempurna. Antara lain: belum tepat waktu (khusus ikhwah belum berjamaah di mesjid), Tidak mau atau jarang mengamalkan sholat sunnah (Qobliyah/ba diyah, qiyamulLail, dhuha, dll.) *Ust.Yusuf Mansur pernah bilang, “Sholat seperti terbang menuju ALLAH. Sholat sunnah adalah sayapnya. Jika hanya melakukan sholat fardhu saja, bagaikan terbang tanpa sayap”.*
3. Durhaka (termasuk tidak pernah mendoakan orang tua tiap usai sholat).
4. Berbuat zina
5. Rizqy yang haram
6. Berjudi
7. Meminum Khamr
8. Tidak pernah silaturahmi
9. Kikir 10.Ghibah Obat menghilangkan 10 dosa besar yaitu: TAUBAT. Coba di ingat2 apakah dulu sebelum nikah pernah melakukan hal2 diatas,. dari no.1 sampai
10,.. Jika semua tidak dan belum mempunyai keturunan,.. maka itu adalah takdir Allah SWT,.
sumber : Ust Yusuf mansur

Jumat, 23 Juli 2010







RAMADHAN

Ramadhan (ejaan KBBI: Ramadan, dalam bahasa Arab:رمضان) adalah bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriyah (sistem penanggalan agama Islam). Sepanjang bulan ini pemeluk agama Islam melakukan serangkaian aktivitas keagamaan termasuk di dalamnya berpuasa, shalat tarawih, peringatan turunnya Al-Quran, mencari malam Laylatul Qadar, memperbanyak membaca Al-Quran dan kemudian mengakhirinya dengan membayar zakat fitrah dan rangkaian perayaan Idul Fitri. Kekhususan bulan Ramadhan ini bagi pemeluk agama Islam tergambar pada Al-Quran pada surat Al Baqarah ayat 185 yang artinya:

"bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda. Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu..."

Daftar isi

* 1 Etimologi
* 2 Aktivitas keagamaan
o 2.1 Puasa Ramadhan
o 2.2 Shalat tarawih
o 2.3 Turunnya Al-Quran
o 2.4 Lailatul Qadar
o 2.5 Umrah
o 2.6 Zakat Fitrah
o 2.7 Idul Fitri
* 3 Penentuan awal Ramadhan
* 4 Aspek ekonomi
* 5 Lain-lain
* 6 Peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadhan
* 7 Referensi
* 8 Pranala luar
* 9 Dengarkan Juga

Etimologi

Ramadhan berasal dari akar kata ر م ﺿ , yang berarti panas yang menyengat atau kekeringan, khususnya pada tanah. Bangsa Babylonia yang budayanya pernah sangat dominan di utara Jazirah Arab menggunakan luni-solar calendar (penghitungan tahun berdasarkan bulan dan matahari sekaligus). Bulan ke sembilan selalu jatuh pada musim panas yang sangat menyengat. Sejak pagi hingga petang batu-batu gunung dan pasir gurun terpanggang oleh segatan matahari musim panas yang waktu siangnya lebih panjang daripada waktu malamnya. Di malam hari panas di bebatuan dan pasir sedikir reda, tapi sebelum dingin betul sudah berjumpa dengan pagi hari. Demikian terjadi berulang-ulang, sehingga setelah beberapa pekan terjadi akumulasi panas yang menghanguskan. Hari-hari itu disebut bulan Ramadhan, bulan dengan panas yang menghanguskan.

Setelah umat Islam mengembangkan kalender berbasis bulan, yang rata-rata 11 hari lebih pendek dari kalender berbasis matahari, bulan Ramadhan tak lagi selalu bertepatan dengan musim panas. Orang lebih memahami 'panas'nya Ramadhan secara metaphoric (kiasan). Karena di hari-hari Ramadhan orang berpuasa, tenggorokan terasa panas karena kehausan. Atau, diharapkan dengan ibadah-ibadah Ramadhan maka dosa-dosa terdahulu menjadi hangus terbakar dan seusai Ramadhan orang yang berpuasa tak lagi berdosa. Wallahu `alam.

Dari akar kata tersebut kata Ramadhan digunakan untuk mengindikasikan adanya sensasi panas saat seseorang kehausan. Pendapat lain mengatakan bahwa kata Ramadhan digunakan karena pada bulan itu dosa-dosa dihapuskan oleh perbuatan baik sebagaimana matahari membakar tanah. Namun kata ramadan tidak dapat disamakan artinya dengan ramadhan. Ramadan dalam bahasa arab artinya orang yang sakit mata mau buta. Lebih lanjut lagi hal itu dikiaskan dengan dimanfaatkannya momen Ramadhan oleh para penganut Islam yang serius untuk mencairkan, menata ulang dan memperbaharui kekuatan fisik, spiritual dan tingkah lakunya, sebagaimana panas merepresentasikan sesuatu yang dapat mencairkan materi.[1]

Aktivitas keagamaan
Suasana berbuka puasa bersama di masjid.

Puasa Ramadhan
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Puasa (Islam)

Selama bulan Ramadhan, penganut agama Islam akan berpuasa setiap hari sampai Idul Fitri tiba. berpuasa itu adalah akhir dari bulan Ramadhan dirayakan dengan sukacita oleh seluruh muslim di dunia. Pada malam harinya (malam 1 syawal), yang biasa disebut malam kemenangan, mereka akan mengumandangkan takbir bersama-sama. Di Indonesia sendiri ritual ini menjadi tontonan yang menarik karena biasanya para penduduk (yang beragama Islam) akan mengumandangkan takbir sambil berpawai keliling kota dan kampung, terkadang dilengkapi dengan memukul beduk dan menyalakan kembang api.

Esoknya tanggal 1 Syawal, yang dirayakan sebagai hari raya Idul Fitri, baik laki-laki maupun perempuan muslim akan memadati masjid maupun lapangan tempat akan dilakukannya Shalat Ied. Shalat dilakukan dua raka'at kemudian akan diakhiri oleh dua khotbah mengenai Idul Fitri. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan acara saling memberi ma'af di antara para muslim, dan sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian aktivitas keagamaan khusus yang menyertai Ramadhan.

Shalat tarawih
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Shalat Tarawih
Pada malam harinya, tepatnya setelah shalat isya, para penganut agama Islam melanjutkan ibadahnya dengan melaksanakan shalat tarawih. Shalat khusus yang hanya dilakukan pada bulan Ramadhan. Shalat tarawih, walaupun dapat dilaksanakan dengan sendiri-sendiri, umumnya dilakukan secara berjama'ah di masjid-masjid. Terkadang sebelum pelaksanaan shalat tarawih pada tepat-tempat tertentu, diadakan ceramah singkat untuk membekali para jama'ah dalam menunaikan ibadah pada bulan bersangkutan.
Turunnya Al-Quran
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Nuzulul Quran
Pada bulan ini di Indonesia, tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan, (terdapat perbedaan pendapat para ulama mengenai tanggal pasti turunnya Al-Quran untuk pertama kalinya[2]) diperingati juga sebagai hari turunnya ayat Al-Quran (Nuzulul Qur'an) untuk pertama kalinya oleh sebagian muslim. Pada peristiwa tersebut surat Al Alaq ayat 1 sampai 5 diturunkan pada saat Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira. Peringatan peristiwa ini biasanya dilakukan dengan acara ceramah di masjid-masjid. Tetapi peringatan ini di anggap [bid'ah], karena Rasulullah tidak mengajarkan, Awal di peringati di Indonesia, ketika [Presiden Soekarno] mendapat saran dari [Hamka] untuk memperingati setiap [Nuzulul Qur'an], karena bertepatan dengan tanggal Kemerdekaan Indonesia, sebagai rasa Syukur kemerdekaan [Indonesia].

Lailatul Qadar
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Lailatul Qadar
Lailatul Qadar (malam ketetapan), adalah satu malam yang khusus terjadi di bulan Ramadhan. Malam ini dikatakan dalam Al-Quran pada surat Al-Qadar, lebih baik daripada seribu bulan. Saat pasti berlangsungnya malam ini tidak diketahui namun menurut beberapa riwayat, malam ini jatuh pada 10 malam terakhir pada bulan Ramadhan, tepatnya pada salah satu malam ganjil yakni malam ke-21, 23, 25, 27 atau ke-29. Sebagian muslim biasanya berusaha tidak melewatkan malam ini dengan menjaga diri tetap terjaga pada malam-malam terakhir Ramadhan sembari beribadah sepanjang malam.[3]

Umrah
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Umrah
Ibadah umrah jika dilakukan pada bulan ini mempunyai nilai dan pahala yang lebih bila dibandingkan dengan bulan yang lain. Dalam Hadits dikatakan "Umrah di bulan Romadhan sebanding dengan haji atau haji bersamaku." (HR: Bukhari dan Muslim).[4]

Zakat Fitrah
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang dikeluarkan khusus pada bulan Ramadhan atau paling lambat sebelum selesainya shalat Idul Fitri. Setiap individu muslim yang berkemampuan wajib membayar zakat jenis ini. Besarnya zakat fitrah yang harus dikeluarkan per individu adalah satu sha' makanan pokok di daerah bersangkutan. Jumlah ini bila dikonversikan kira-kira setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras. Penerima Zakat secara umum ditetapkan dalam 8 golongan (fakir, miskin, amil, muallaf, hamba sahaya, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil) namun menurut beberapa ulama khusus untuk zakat fitrah mesti didahulukan kepada dua golongan pertama yakni fakir dan miskin. Pendapat ini disandarkan dengan alasan bahwa jumlah zakat yang sangat kecil sementara salah satu tujuannya dikeluarkannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya.

Idul Fitri
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Idul Fitri dan Takbiran
Akhir dari bulan Ramadhan dirayakan dengan sukacita oleh seluruh muslim di seluruh dunia. Pada malam harinya (malam 1 syawal), yang biasa disebut malam kemenangan, mereka akan mengumandangkan takbir bersama-sama. Di Indonesia sendiri ritual ini menjadi tontonan yang menarik karena biasanya para penduduk (yang beragama Islam) akan mengumandangkan takbir sambil berpawai keliling kota dan kampung, terkadang dilengkapi dengan memukul beduk dan menyalakan kembang api.

Esoknya tanggal 1 Syawal, yang dirayakan sebagai hari raya Idul Fitri, baik laki-laki maupun perempuan muslim akan memadati masjid maupun lapangan tempat akan dilakukannya Shalat Ied. Shalat dilakukan dua raka'at kemudian akan diakhiri oleh dua khotbah mengenai Idul Fitri. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan acara saling memberi ma'af di antara para muslim, dan sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian aktivitas keagamaan khusus yang menyertai Ramadhan.

Penentuan awal Ramadhan
!Artikel utama untuk bagian ini adalah: hilal
Kalender Hijriyah didasarkan pada revolusi bulan mengelilingi bumi dan awal setiap bulan ditetapkan saat terjadinya hilal (bulan sabit). Metode penentuan saat terjadinya hilal yang digunakan saat ini adalah metode penglihatan dengan mata telanjang (dikenal dengan istilah rukyah) serta menggunakan metode perhitungan astronomi (dikenal dengan istilah hisab). Majelis Ulama Indonesia menggunakan kombinasi hisab dan rukyah untuk penentuan hilal. Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyah sementara Muhammadiyah dan Persatuan Islam menggunakan hisab sebagai sandaran penentuan hilal.[5] Perbedaan metode ini menyebabkan adanya kemungkinan perbedaan hasil penetapan kapan awal dan berakhirnya Ramadhan sebagaimana sempat terjadi pada tahun 1998 (1418 H).
Aspek ekonomi
Pemandangan tipikal sebuah Baazar Ramadhan di Kuala Lumpur, Malaysia.
Bulan Ramadhan di Indonesia dan negara dengan penduduk mayoritas Islam pada umumnya dapat dihubungkan dengan meningkatnya daya beli dan perilaku konsumtif masyarakat akan barang dan jasa. Di Indonesia sendiri hal ini terkait erat dengan kebiasaan pemerintah dan perusahaan swasta untuk memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada para pegawainya. Peningkatan ini terjadi di hampir semua sektor dari transportasi, makanan, minuman hingga kebutuhan rumah tangga. Sehingga tidak jarang tingkat inflasi pun mencapai titik tertinggi pada periode bulan ini.[6] Fenomena ini secara kasat mata terlihat dengan menjamurnya para pedagang musiman yang menjajakan berbagai komoditas mulai dari makanan hingga pakaian, di ruang-ruang publik terutama di pinggir jalanan. Di samping juga maraknya penyelenggaraan bazaar baik yang disponsori oleh pemerintah, swasta, organisasi tertentu maupun swadaya masyarakat. Dengan kata lain bulan ramadhan membawa berkah bagi semua umat Islam.

Lain-lain

* Pada bulan ini pada sebagian daerah di Indonesia, berkembang kebiasaan jalan-jalan sembari menunggu waktu berbuka, di Bandung kebiasaan ini dikenal dengan nama Ngabuburit, di Indramayu dikenal dengan nama Luru Sore (Cari Sore). Biasanya saat ini juga dimanfaatkan untuk membeli makanan dan minuman untuk dipergunakan saat berbuka puasa.
* Di Indonesia umummnya orang berbuka puasa dengan yang manis-manis, padahal hidangan yang mengadung gula tinggi justru akan mengakibatkan dampak yang buruk bagi kesehatan. Hal ini berasal dari kesimpulan yang tergesa-gesa atas sebuah hadits bahwa Rasulullah berbuka puasa dengan kurma. Karena kurma rasanya manis, maka muncul anggapan bahwa berbuka (disunahkan) dengan yang manis-manis. Pada akhirnya kesimpulan ini menjadi waham dan memunculkan budaya berbuka puasa yang keliru di tengah masyarakat.

Peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramadhan

1. Perang Badar: 17 Ramadhan 2 AH - Adalah pertempuran pertama yang dilakukan kaum Muslim setelah mereka bermigrasi (hijrah) ke Madinah melawan kaum Quraisy dari Mekkah. Pertempuran berakhir dengan kemenangan pihak Muslim yang berkekuatan 313 orang melawan sekitar 1000 orang dari Mekkah.
2. Pembunuhan atas Ali bin Abi Thalib: 21 Ramadhan 40 H: Khulafaur Rasyidin keempat dan terakhir, dibunuh oleh seorang Khawarij yang bernama Abdurrahman bin Muljam. Ia meninggal pada tanggal 23 Ramadhan tahun itu juga. Kematiannya menandai berakhirnya sistem kekhalifahan Islam, dan kemudian dimulai dengan sistem dinasti.

Referensi

1. ^ Essentials of Ramadan, The Fasting Month [1]
2. ^ Nuzulul Quran Sebagai Peringatan atau Pelajaran [2]
3. ^ Hidayatullah: Cara jitu memburu Lailatul Qadar [3]
4. ^ media muslim, umrah di bulan ramadhan[4]
5. ^ T Djamaluddin, Fatwa MUI Membuka Jalan: Penyatuan Hari Raya Segera Terwujud [5]
6. ^ Republika: Ekonomi Ramadhan, Muhammad Syafi'i Antonio [6]

Selasa, 20 Juli 2010

Sepuluh Langkah menyambut Ramadhan



1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.

2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.

3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).

Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.

4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.

5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]

6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.

7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]

8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.

9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:

· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.

· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.

10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

(Disadur dari artikel kiriman seorang sahabat)

Jumat, 21 Mei 2010


KEUTAMAAN SABAR MENGHADAPI COBAAN

“Artinya : Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata :”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjengukku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata. ‘Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang Muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak”.(Isnadnya Shahih, ditakhrij Abu Daud, hadits nomor 3092).

Sudah barang tentu engkau akan menghadapi cobaan di dalam kehidupan dunia ini. Boleh jadi cobaan itu menimpa langsung pada dirimu atau suamimu atau anakmu ataupun anggota keluarga yang lain. Tetapi justru disitulah akan tampak kadar imanmu. Allah menurunkan cobaan kepadamu, agar Dia bisa menguji imanmu, apakah engkau akan sabar ataukah engkau akan marah-marah, dan adakah engkau ridha terhadap takdir Allah .?

Minggu, 14 Juni 2009

iblis dan syukur


Segala puji kepada ALLAH SWT Yang maha memberikan ni'mat dan segala apa yang kita butuhkan dalam kehidupan ini, shalawat dan salam kepada kekasihNYA muhamad SAW
my brother n sister in islam!
apabila kita mau merenungkan atas segala yang telah ALLAH SWT berikan kepada kita dalam kehidupan ini tentu saja kita akan sadar betul bahwa kita adalah makhluk yang dho'if (lemah) yang sudah pasti kita sangat butuh kepada sang kholiq yang maha pengasih lagi maha penyayang, akan tetapi pada kenyataannya ketika kita terbuai dengan kehidupan dunia dinina bobokan dengan alunan merdu sang penebar candu kekufuran yakni iblis dan syetan sehingga kita asyik dan lupa merenung atas apa yang telah kita terima dan kita miliki selama ini siapa yang menciptakan kita? siapa hakikat yang memberikan nikmat? siapa yang mengatur dari setiap rizqi? maka banyak dari saudara saudara kita yang merasa bahwa segala apa yang mereka miliki sekarang ini adalah hasil dari usaha peras keringat atau jerih payah mereka sehingga mereka menggantungkan kehidupan mereka kepada instansi atau perusahaan tampat mereka bekerja tanpa memperdulikan ALLAH SWT tuhan mereka yang memberikan mereka banyak nikmat misalnya nikmat sehat walafiat baik jasmani maupun rohani padahal tanpa nikmat sehat walafiat kita takkan mampu untuk menjalankan aktifitas kita sehari hari renungkanlah ketika kita terserang penyakit flu bagaimana terganggunya aktifitas kita sebagai contoh saudara saudara kita yang kini sedang terbaring tak berdaya diatas ranjang disebuah rumah sakit apakah mereka mampu untuk kesekolah,kampus,atau perusahaan tempat mereka biasa beraktifitas sehari hari the answer is not brother it imposible sister bahkan lebih dari nikmat sehat walafiat setiap harinya selalu ALLH SWT berikan kepada kita sehingga tidak ada diantara kita yang mampu menghitung berapakah jumlahnya kenyataan ini dapat kita baca dan renungi dalam (Qs.An-nahl ayat 18) yang artinya " dan jika kamu menghitung nikmat allah swt niscaya kamu tidak dapatmenentukan jumlahnya sesungguhnya allah benar-benar maha pengampum lagi maha penyayang" my brother n sister in islam! akan tetapi realita yang kita saksikan kebanyakan manusia tidak mampu mensyukuri nikmat ALLAH SWT penyebabnya dikisahkan dalam (Qs.Al-a'raf ayat 17-18) " kemudian saya (iblis) akan mendatangi mereka dari muka dan daribelakang mereka, dari kanan dan kiri mereka, dan engkau (ALLAH SWT) tidak akanmendapati kebanykan mereka bersyukur"(17)"ALLAH berfirman :"keluarlah kamu darisyurga itu sebagai orang terhina lagi terusir sesungguhnya barang siapa diantara mengikutikamu, benar-benar aku akan mengisi neraka jahanam dengan kamu semuanya",jelaslah sudah bagaimana iblis akan selalu berusaha menjadikan kita manusia yang tidak bersyukur kepada ALLAH tuhan kita, oleh karena itu marilah kita perangi iblis dan syetan dengan selalu berlindung kepada ALLAH SWT dari godaannya yang akan menjerumuskan kita kelembah neraka jahanam "A'udzu billahi minasyaithon nirojim"

Jumat, 12 Juni 2009

Mencetak Dai Lewat Layar Televisi (ramadhan 2005)


Ajang pencarian bakat juga merambah ke urusan dakwah. Tiga stasiun teve berlomba mencari calon-calon dai. Akankah mereka kelak bisa menggantikan Aa Gym atau Jeffry Al Buchori?

Pildacil Bikin Kagum & Haru
Pildacil alias Pemilihan Dai Cilik kini menjadi salah satu acara andalan Lativi. Ya, acara yang diputar menjelang buka puasa ini memang kerap membuat penonton kagum sekaligus haru. Kagum, karena dai-dai belia ini dengan lancar menyampaikan materi dakwah dengan gaya lugas, bernas, dan terkadang diselingi humor-humor segar. Mereka juga fasih mengutip ayat-ayat Al-Quran. Haru karena pesan-pesan mulia itu justru disampaikan oleh seorang bocah.

Dai-dai cilik ini setiap hari rutin tampil mengisi kultum menjelang bedug Maghrib. Dan di akhir pekan (Sabtu dan Minggu pukul 16.00) mereka tampil live. Dari acara inilah ada dua dai yang dieliminasi. Meski ada juri, polling SMS tetap yang menentukan mereka apakah bisa bertahan atau tereliminasi.

Dari 11 peserta akan terpilih 3 juara pada grand final 12 dan 13 November nanti. Juara pertama akan mendapat hadiah Rp 25 juta dan paket ibadah umrah. Juara kedua menggondol uang Rp 15 juta dan tropi serta juara ketiga uang sebesar Rp 10 juta berikut tropi. Juara favorit mendapatkan uang Rp 5 juta dan tropi.

KLIK - Detail Untuk mengumpulkan dai-dai cilik berbakat ini pihak Lativi harus mengadakan audisi di berbagai daerah Semarang, Bandung, Surabaya, dan Jakarta. "Dengan cara itu kami tahu persis kemampuan mereka berdakwah," jelas Malikye P. Bilondatu, produser Pildacil.

Upaya Malikye dan tim Pildacil keliling daerah tak sia-sia. Baru dua minggu tayang, acara ini mendapat respons penonton yang luar biasa. "Karena respons baik ini, tahun depan kami akan mengulang."

Saat menyaksikan tayangan ini, penonton memang kadang terlihat kagum bercampur haru atas kemampuan mereka. Lalu bagaimana, sih, persiapan mereka agar bisa tampil prima? Saat NOVA menyambangi syuting Pildacil, Sabtu, 15 Oktober lalu, beragam persiapan dilakukan para pendakwah cilik ini.

Banyak yang kelihatan tegang tatkala menunggu giliran. Tapi sebagian terlihat santai bahkan mengisi waktu dengan berbincang-bincang dengan temannya. Yang terlihat sangat tegang adalah Rajib Faizul Hak (8). "Takut nanti teksnya lupa semua. Tapi alhamdulillah walaupun selalu tegang, ketika di panggung semuanya berjalan lancar," ujar Rajib yang sudah belajar berdakwah sejak berumur 4 tahun. "Saya ingin seperti Ustaz Jeffry Al Buchori," imbuhnya polos.

Teman Rajib, Muhammad Firdaus (16) ternyata juga mengidolakan Jeffry Al Buchori. "Walaupun nge-fans dengan beliau, saya ingin mempunyai ciri khas sendiri. Saya ingin menjadi diri saya sendiri," ujar Firdaus yang belajar dakwah dari orang tua dan guru di pesantren. Sementara untuk materi yang dibawakan di Pildacil berasal dari ustaz yang membimbingnya selama di karantina. "Saya ikut acara ini agar orang tua bangga."

Tak hanya Rajib, Ilham yang banyak dijagokan, hari itu juga tampak tegang. Bukan karena materinya tak siap, tetapi hari itu ia tak didampingi sang ibu. "Kalau ada ibu, ketegangan itu langsung hilang. Langsung percaya diri," jelas Ilham yang langsung tersenyum saat ibunya datang. "Rupanya beliau terjebak macet."
KLIK - Detail
Sementara Imas, dara berkerudung merah jambu terlihat mempunyai pembawaan yang tenang dan selalu berusaha berkonsentrasi. "Sebagai dai, aku ingin mempunyai karakter yang beda dengan dai yang lain. Dari kelas 2 SD aku sudah mulai suka dengan cerita-cerita nabi. Untuk menghafalkan materi bukan masalah besar, karena aku punya cara sendiri. Cukup dengan membaca tiga kali, aku pasti langsung hafal. Yang paling penting adalah pembawaan di panggung harus bisa menarik. Untuk itu, isi materi adalah yang paling utama," tutur Imas yang sudah sering berceramah ke kampung-kampung ini.

Mempunyai karakter tersendiri, itu juga dilakoni Ali Musa Daud. Ciri khas Ali selalu menyelipkan kalimat dalam bahasa sunda yang membuat para penonton terhibur. " Ayahku dulunya seorang dai. Sekarang, sih, sudah pensiun. Dulu saya selalu bilang, kalau bapak capek pidato biar saya saja yang menggantikan. Makanya sejak umur 5 tahun aku sudah diajarkan dengan mempelajari berbagai ayat Alquran. Jadi untuk pembuatan materi, selalu bapak yang membuat. Untuk menghafal materinya aku paling senang berlatih dengan bapak, karena tidak membuat saya tegang," ceritanya dalam logat sunda yang kental.

Sore itu, Raisha harus tereliminasi. Tidak terpancar raut kesedihan. "Aku ikut Pildacil karena ingin mencari pengalaman. Sebelumnya aku belum pernah berdakwah. Enggak apa-apa tereliminasi karena aku sudah kangen masakan Mama, seperti nasi goreng dan semur kentang. Semua teman-teman senang sekali dengan masakan Mama. Kalau dibilang sedih, pasti sedih, karena aku tidak bisa main ledek-ledekan lagi dengan teman-teman," tuturnya sambil tersenyum.

Template by:
Free Blog Templates